Saturday, May 12, 2018

author photo

Tanggal 9 Mei kemarin, CGV dan ODEX Anime mempersembahkan film dai seri terkenal Bungo Stray Dogs ke khalayak Indonesia. Film ini masih diputar di beberapa CGV Cinema, dan juga Cinemaxx. Bagi yang tertarik ingin menonton, silahkan terlebih dahulu melihat jadwalnya pada bioskop daerahmu.

Kesempatan kali ini, kami akan memberikan synopsis dan pandangan kami terhadap film ini. Artikel ini tidak akan mengandung spoiler yang berat, tetapi bagi kalian yang khawatir, kalian bisa membaca review ini di kesempatan lain.


Film ini menceritakan beberapa kasus yang terjadi pada berbagai negara di dunia, yaitu kejadian saat kabut tebal menyelimuti kota dan setelahnya terdapat mayat pemilik kekuatan yang mati akibat kekuatannya sendiri. Kasus ini kemudian sampai pada Agensi Detektif Bersenjata, Direktur Fukuzawa kemudian memerintahkan para detektif untuk menyelesaikan kasus ini, karena kabarnya dalang kejadian ini, Shibusawa Tatsuhiko sedang berada di Yokohama.



Masalah terjadi ketika malam hari, Dazai yang sedang minum di Bar Lupin dan bermonolog dengan ‘temannya’ Oda Sakunosuke, kemudian didatangi oleh Sakaguchi Ango. Ango berpendapat bahwa kedatangan Shibusawa ke Yokohama adalah ulah Dazai. Setelah itu, kabut tebal menyelimuti seluruh kota Yokohama, memutus jaringan komunikasi, dan melenyapkan seluruh penduduk kota. Keheningan dan kegelapan menyelimuti seluruh kota.

Atsushi dan Kyoka yang sadar ada sesuatu janggal yang terjadi, kemudian bergegas ke markas detektif, yang kemudian mereka diserang oleh bayangan binatang buas. Saat mencoba ingin melawan, mereka sadar bahwa kemampuan mereka menghilang. Mereka yang berusaha melarikan diri akhirnya bertemu Kunikida, dan dengan bantuan jaringan tersembunyi detektif, mereka mendapat informasi kejadian ini sekaligus permintaan tolong dari Ango untuk membantu mengendalikan situasi.

Di sebuah menara tinggi, tempat Shibusawa bersembunyi, ia memperhatikan keheningan kota dan menjelaskan rasa bosannya akan dunia ini. Bahwa ia mencari sesuatu permata yang cemerlang, yang dapat membantu harapannya. Tak disangka, di tempat itu ada Dazai dan juga Fyodor. Fyodor, dengan kekuatan “Dosa dan Hukuman” dan berasal dari Rusia bekerja sebagai informan dan memberikan informasi berbagai pemilik kekuatan ke Shibusawa. Berkat itu, ratusan permata dari pemilik kekuatan yang kalah dapat terkumpul di menara dan membuat kabut yang luas dapat menyebar di Yokohama. Dazai juga bertindak seolah bekerja sama dengan Shibusawa, entah apa yang menjadi motifnya. Tetapi, sesuatu yang pasti, mereka bertiga adalah dalang kejadia ini, tetapi memiliki motif yang berbeda. Pengkhianatan akan terjadi.

Atsushi, Kyoka, dan kemudian Akutagawa yang kemudian bergabung, bekerja sama untuk bisa mendapat kekuatannya kembali serta mengalahkan Shibusawa dan ‘menyelamatkan’ Dazai. Di sisi lain, Chuuya sang pengendali gravitasi juga mendapat sebuah mandat dari Ango untuk ‘menghentikan’ Dazai pada suatu momen yang tepat ketika “Desahan Napas Naga” muncul. Chuuya yang masih memiliki dendam pada Ango, akibat kejadian 6 tahun lalu –diceritakan pada awal film- memiliki syarat untuk mau berkerja sama.

Apakah yang sebenarnya terjadi pada Sabusawa, Dazai, dan Fyodor? Mengapa mereka bekerja sama? Kemana perginya detektif yang lain? Mampukah Chuuya mengalahkan “Desahan Napas Naga” dan menyelamatkan Dazai? Mampukah Atsushi, Kyoka, dan Akutagawa mendapat kekuatannya kembali dan mengalahkan Shibusawa? Lalu, mengapa disebut Dead Apple?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat terjawab jika kalian menonton film ini.

Film ini sangat menarik dilihat dari berbagai hal. Misalnya pada segi cerita,  kalian akan melihat perjuangan Atsushi dalam mengendalikan amarah dan kebenciannya pada Harimau. Mendapat sedikit cercah cahaya masa lalu Atsushi dan Kyoka. Duet Double Black Dazai dan Chuuya saat menghadapi musuh. Seriously, mereka sangat keren. Serpihan petunjuk kekuatan si Iblis Fyodor yang licik, atau kekuatan vita sexualis Dr. Mori.   Adegan keren para detektif dalam melawan “musuh” mereka sendiri. Atau bahkan debut dari Ratu Kejahatan “Agatha Christie” yang akhirnya mendapat sedikit kesempatan muncul di anime ini.

Kerja sama antara Kyoka, Atsushi, dan Akutagawa dalam melawan Shibusawa juga keren. Walaupun berasal dari kelompok yang berbeda –Detektif dan Port Mafia-, mereka memiliki tujuan yang sama, menyelamatkan kota. Bahkan mereka mampu membuat strategi mendadak dalam pertarungan tersebut. Selain itu, sifat misterius yang dimiliki Fyodor, dan kekuatannya yang belum diungkap secara keseluruhan, juga keterlibatannya dalam kejadian ini. Membuat Fyodor sepertinya akan mampu menyaingi Dazai sebagai husband, eh bukan sebagai most favourite character. Meskipun ia berada di sisi jahat.

Kita juga akan disuguhkan lagu Reason Living oleh Screen Mode , yang menjadi trademark Bungo Stray Dogs dalam adegan pertempuran. Oh dan bagi kamu yang belum mengikuti serialnya, jangan khawatir, karena pada awal film diperkenalkan berbagai macam tokoh dan juga kekuatan mereka. Jadi, alur cerita ini masih dapat diikuti meski bukan oleh penikmat serinya. Grafis yang diberikan juga sangat detail da bagus, terutama di bagian pertarungan yang sangat terasa feel-nya. Apalagi pada bagian Chuuya yang menggunakan corruption. Latar music dan lagu pengiring “Deadly Drive” oleh GRANRODEO juga diaransemen dengan baik dan diletakkan pada momen yang tepat, sehingga nuansa “mafia dan yakuza” menjadi kental.

Akting para seiyuu tak perlu diragukan lagi. Sebagian besar seiyuu ternama mengisi karakter pada film ini seperti Mamoru Miyano, Yoshimasa Hosoya, Fukuyama Jun, Junichi Suwabe, Koyama Rikiya, etc. Dengan debut Naki Kazuya sebagai Shibusawa yang memberikan gambaran putus asa. Maaya Sakamoto sebagai Agatha Christie yang menjiawai sebagai lady. Atau Akira Ishida sebagai Fyodor yang terkesan dingin, licik, dan misterius. Sayangnya, agak sedikit kecewa dengan penampilan Ranpo yang hanya di awal dan di akhir film karena ia turut “menghilang” di pertengahan film, dan sedikit terkejut karena ia mengaku jika tak punya kekuatan. Sifat bercanda Dazai dan maniak bunuh dirinya sedikit agak berkurang di film ini.

Kesimpulannya, film ini sangat direkomendasikan bagi kalian yang ingin berakhir pekan dan mengisi waktu luang dengan hiburan yang tidak mainstream. Di tengah-tengah hiruk pikuk kota, dan hype dari Infinity wars, rasanya film ini cukup mampu jika disebut Infinity Wars versi anime.

Jadi, jangan lewatkan kesempatanmu untuk menyaksikan film Anime Bungo Stray Dogs secara legal, selama masih tayang di Indonesia. ^^b

Next article Next Post
Previous article Previous Post