Thursday, August 09, 2018

author photo

Dengan banyaknya wisatawan dan berkembangnya komunitas muslim di jepang, banyak restoran atau bahkan perusahaan yang mulai peduli terhadap sertifikasi halal dalam produk mereka. Di jepang juga ada lembaga khusus yang menangani sertifikasi ini. Salah satu portal informasi Halal Jepang di Facebook, Nippon Asia Halal Association atau NAHA menjelaskannya spada dasarnya, sertifikasi halal di Jepang dilakukan dengan melakukan berbagai pengecekan sesuai standar halal seperti ISO, HACCP atau GMP yang detilnya bisa kamu cari di internet. Sementara proses sertifikasinya sendiri, menurut NAHA, adalah sebagai berikut:

1) Bertemu dengan klien untuk membahas produk dan bahan yang digunakan.

2) Pre audit untuk meneliti lebih jauh tentang sistem produksi Halal, termasuk meneliti dokumen tentang bahan, sumber, dan lain-lain.
2a) Meneliti proses di pabrik.
2b) Penyuluhan tentang Halal dalam bidang agama, ilmu dan teknologi.
2c) Pengecekan standar Halal di pabrik dan juga laporan yang ada.


3) Audit resmi oleh 2 auditor. Ahli sains dan ahli agama yang keduanya adalah profesor di bidang masing-masing.

4) Menulis laporan.

5) Mengecek Laporan.

6) Menerbitkan sertifikasi Halal.



Proses sertifikasi tersebut dilakukan secara berkala, bukan sekali kelar! Audit dan pengecekan kembali dilakukan menurut kategori produknya, Kategori aman seperti Air Mineral, di cek tiap 2 tahun. Kategori sedang seperti makanan instan, 1 tahun. Dan Kategori atas seperti restoran dicek setiap 6 bulan! Jadi kita yang Muslim harusnya sudah tidak perlu khawatir lagi saat makan di restoran atau tempat yang sudah bersertifikasi Halal di Jepang.
Next article Next Post
Previous article Previous Post