author photo

Cosplay memang menarik, siapa yang tidak suka dengan cosplay? Sebagai sebuah hobi, seharusnya kegiatan dan kultur yang ada haruslah membuat nyaman semua yang terlibat di dalamnya. Saya pribadi suka lihat cosplay nya, tapi tidak buat drama nya. Kalau saya bercerita tentang drama nya, itu karena saya muak akan tindakan yang menyebabkan drama tersebut.

Jika boleh saya menelaah mengenai drama yang terjadi dalam kultur cosplay saat ini, maka akan ada beberapa sebab. Sebelum masuk lebih dalam maka perlu setidaknya penekanan bahwa tulisan ini bukan bersifat menghakimi, tulisan ini sebagai salah satu intro pembuka diskusi sehingga nantinya dapat ditemukan sebuah solusi.

Masalah dari cosplay bisa timbul dari;
  1. Char apa yg kamu cosplay-in
    Mainstream kah? sesuai dengan bentuk fisik kamu kah (<- menurut pandangan mereka yg bikin drama) ?
  2. Bentuk kostum
    Seringkali karena "ke-vulgar-an", dan belakangan ini berhijab pun kena drama.
  3. Di mana kamu cosplay
    Publik di event atau hanya suka photses saja.
  4. Untuk apa kamu cosplay
    Memang hanya hobi, iseng, dan atau memang cari tenar.
  5. Lingkungan sekitar/ group/ komunitas cosplay/ jejepangan kamu
    Atmosfernya sehat atau enggak, persaingan, kecemburuan, kedekatan antar personal
  6. dll~

Jika terjadi masalah, masalah itu pada dasarnya ada 3 sebab;
  1. Permasalahan pribadi yang menyangkut ataupun tidak menyangkut cosplay sama sekali.
  2. Permasalahan kelompok yang menyangkut ataupun tidak menyangkut kelompok/ komunitas cosplay sama sekali.
  3. Poin 1 dan 2 yang terjadi karena kesengajaan atau ketidaksengajaan dan ataupun kesalahpahaman.

Saya memang pernah mengatakan pada beberapa orang untuk berhenti cosplay saja dan get a life. Saya di sini bukan sebagai personal yang membenci cosplay, justru saya menulis ini karena saya suka melihat cosplay. Saya tidak ingin melihat citra cosplay menjadi rusak karena personal"/ kelompok" yang menanam, merawat, dan atau menebarkan drama dalam dunia cosplay.

Dunia cosplay itu luas, tapi cakupannya sempit. gimana tuh maksudnya?

Banyak orang yang bisa melihat/ menikmati cosplay, terlebih lagi ini jamannya internet semua bisa menikmati cosplay secara mudah. Ada satu hal yang patut dicermati yaitu "pelakunya". Pelakunya? ya pelakunya itu-itu saja.

Memang ada regenerasi, tapi saat regen itu terjadi, bukankah nantinya juga muncul lagi ungkapan "pelakunya ya itu-itu aja"? Circle yang ada ya itu-itu saja. Jadi sekali ada drama, viralnya akan terasa cepat sekali dan bisa mengarah ke kehancuran citra cosplay.

Lalu bagaimana dengan persaingan di dunia cosplay?

Persaingan? ya kalau lomba, kompetisi, gimana dong? masa iya ga bersaing?

Saya rasa kalian sudah paham bedanya 2 hal ini;
1. saling bersaing membuat kostum dan memberikan perform terbaik untuk memenangkan lomba/ kompetisi
2. dengan sengaja menjatuhkan citra, berbuat curang, bahkan kriminal, untuk menyingkirkan saingan/ peserta lain dalam lomba/ kompetisi.

Saya tidak secara personal meminta semua yang berkaitan dengan drama itu untuk berhenti drama. Saya hanya memimpikan suatu saat nanti dunia cosplay berisi orang-orang yang murni melakukan cosplay karena menyukainya. Cosplay memiliki citra yang benar - benar positif sehingga banyak orang yang ingin cosplay karena ketertarikan, karena ingin melakukan hal yang dia sukai tanpa intensi untuk bersaing secara negatif, menjatuhkan cosplayer lain, bahkan untuk menghancurkan citra cosplay.

note:
Saya tidak ingin menyinggung siapapun. saya tidak membenci personal, yg tidak saya suka adalah tindakan/ sikap.

Dari saya, yang mulai berkurang minat untuk datang ke event cosplay/ jejepangan karena satu dan beberapa hal termasuk drama (dalam arti negatif) di dalamnya.

dJr




*) Bedaunik menyediakan rubrik "kolom" yang dapat dipergunakan untuk sharing opini terkait dunia pop culture. Tertarik untuk mengirimkan tulisan berupa opini seputar dunia anime/manga/jejepangan/cosplay? Tulis opinimu untuk dimuat dalam rubrik "kolom" bedaunik. Kirimkan draft tuilisannya ke info@bedaunik.com dengan subjek "Rubrik Kolom".
Next article Next Post
Previous article Previous Post