Sunday, October 16, 2016

author photo


Eittss, jangan terkecoh dengan judul artikel ini ya. Artikel ini tak ada sangkut pautnya dengan BL/ Yaoi kok. Maksud dari hidup bersama ini tentunya tinggal dalam satu atap, karena Sebastian Michaelis adalah butler dari keluarga Phantomhive. Namun, tentunya banyak orang setuju bahwa Ciel dan Sebastian sangat cocok hidup bersama, mengingat bahwa Ciel masihlah seorang anak kecil yang terkadang juga mendapat masalah jika sendirian –terlepas dari ide genius dan kecerdikannya.

Nah, kali ini Beda Unik akan membahas 5 alasan mengapa Ciel dan Sebastian ini sangat klop dan terlihat saling melengkapi. Yuk langsung cek saja!

1.Mereka Terlihat Seperti Keluarga

Seekor(?) iblis tidak membutuhkan keluarga. Hal ini juga berlaku untuk Ciel, yang sangat mampu untuk membayar banyak pelayan. Meski begitu, Ciel dan Sebastian terlihat seperti keluarga sungguhan, namun tentu bukan seperti keluarga kebanyakan.

Hal yang dapat kita simpulkan adalah, dimanapun Ciel membutuhkannya, Sebastian akan selalu ada di sana, sang perfect Butler yang akan dengan sigap memperbaiki apapun yang keluar dari perintah dan kehendak masternya.

Seperti peran keluarga bukan? Namun tetap,  seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa  mereka tidak seperti keluarga kebanyakan. Yang kita yakini, tentu  Ciel merasa aman jika Sebastian berada di sisinya.

2. Ciel Memberi Perintah, Sebastian Mewujudkannya

Kontrak antara Ciel dan Sebastian sangatlah kuat. Selama dia menggunakan kontrak pada matanya dan berkata “Ini perintah!”, maka Sebastian akan dengan elegant menjawab “Yes, my lord”. Kontrak ini membuat Ciel dapat memiliki sang iblis untuk dirinya sendiri dan memintanya untuk melakukan apapun.

3. Sebastian Yang Paling Mengerti Isi Hati Ciel

Sebastian adalah iblis, dia licik, hebat, jahat, dan tak memiliki sedikitpun kemanusiaan dalam dirinya -terlepas dari kelemahannya terhadap kucing. Ia hidup tanpa mengerti penderitaan manusia dan perjuangan para manusia. Di satu sisi, Ciel terlihat seperti anak laki-laki biasa yang berusia 12 tahun, rapuh karena tragedi yang menimpa dia dan keluarganya di usianya yang masih sangat muda. Well, hal itu bisa saja tidak salah, tapi coba kita pikirkan kembali. Sepertinya Ciel bahkan lebih iblis dari iblis.

Apakah ini akibat dari masalalunya? mungkin saja. Ciel yang masih sangat muda menghadapi masalah yang mengguncang jiwanya. Ia tumbuh menjadi anak kecil berhati keras yang dapat membunuh tanpa penyesalan. Ketika sekali waktu kita melihat Ciel menunjukkan emosinya, ia dapat kembali menjadi pribadi yang dingin dalam sekejap. Hanya Ciel yang tahu isi hatinya sendiri, dan hanya Sebastian yang dapat memahami hati yang tak seperti manusia ini.

4. Ciel Tetaplah Seorang Anak Kecil
Meski kelihatannya Ciel adalah Master dari Sebastian, namun master yang sebenarnya sedang bermain di balik layar, yap Sebastian! Ciel tetaplah seorang anak kecil yang tak dapat mengerjakan segala hal sendirian. Sebelum menentukan suatu hal, Ciel pasti meminta saran dari sang butler. Jika tidak terdapat kesepakatan, tak jarang Ciel memasrahkan rencana kepada Sebastian.

5.Mereka Saling Membutuhkan

Apakah kalian lupa  kontrak yang dibuat oleh Ciel dengan Sebastian? Mengapa Sebastian dijadikan butler oleh Ciel? Sebastian berjanji untuk menemukan pembunuh dari orangtua Ciel, oleh karena itulah Sebastian mengerahkan semua kemampuannya untuk menyelesaikan tugasnya dan memakan jiwa Ciel pada akhirnya. Kesimpulannya, mereka berdua saling membutuhkan. 
Next article Next Post
Previous article Previous Post