Thursday, August 09, 2018

author photo
 
Hallo, pembaca BedaUnik yang gemar Genre Romance-Shoujo. Kali ini BU akan me-review anime tahun 2014 yang berjudul “Soredemo Sekai wa utsukushii” atau “Even so, The World is Beautiful” karya mangaka Dai Shiina. Anime ini di produksi oleh studio Pierrot sebanyak 12 episod. Untuk manganya telah diterbitkan oleh M&C Comics hingga volume 8 (update di Jepang telah sampai volume 18)

Kisahnya menceritakan tentang Putri Nike yang berasal dari Negeri Hujan yang mendapat tawaran pinangan dari Raja Matahari. Raja Matahari adalah Livius I yang berhasil menaklukkan beberapa negeri di penjuru dunia hanya dalam waktu 3 tahun setelah mendapat tahta. Takdir yang membawa pertemuan Putri Nike ternyata berhadapan dengan kenyataan bahwa Raja Livius adalah seorang anak kecil berusia 12 tahun.
Masa lalu Raja Livius, dan kemampuan pengendalian hujan Putri Nike, menjadi benang takdir yang menyatukan perasaan mereka. Sedikit, demi sedikit romansa diantara mereka berkembang, meski Putri Nike sedikit lebih dewasa dibanding Raja Livius. Akankah cinta mereka akan lancar hingga mereka mencapai usia yang cukup untuk pernikahan?
Meskipun anime ini tidak terlalu mendapat hype yang besar, tetapi rating di MAL mencapai nilai 8,2. Cukup bagus bukan? Studio Pierrot juga cukup baik dalam memberikan animasi bagi para tokoh maupun latar pemandangan, mungkin karena ini bukan anime action ya?
Para pengisi suara juga turut andil dalam menghidupkan anime ini. Seperti Maeda Rina yang memerankan Putri Nike. Karakter Putri Nike yang tomboy, penyuka keindahan, dan peka terhadap lingkungan benar-benar sesuai dengan karakter suara Maeda. Ditambah lagi dengan teknik bernyanyi -nya dalam insert song “Tender Rain”, serasa merasuk ke dalam hati.
Tokoh yang perlu diperhatikan lain adalah Raja Livius, tentunya. Bagi kalian penggemar Shota, mungkin Livius harus masuk ke dalam daftar ya? Menjadi Raja sejak usia belia, bahkan mampu mengatur negara dengan baik, hingga mendapat julukan “Raja Dunia” karena pengaruh kekuasaannya hampir ke seluruh penjuru dunia. Cerdas dan jenius, memiliki masa lalu kelam, dan tentunya manis. Livius diperankan oleh Nobunaga Shimazaki. Meski suaranya terkesan berat untuk anak 12 tahun, tetapi cukup wajar mengingat Livius tidak bertingkah seperti anak kecil.
Lalu, jangan lupa butler Livius yaitu Neil. Neil diperankan oleh Tomokazu Sugita (pemeran Gintoki). Saat melihat peran Neil, dan mendengar suaranya, kalian akan langsung teringat dengan Gintoki. Yah, Sugita-San memakai karakter seperti itu untuk Neil, meski tentu saja ia tidak akan berbuat aneh seperti Gintoki. Neil adalah tangan kanan kepercayaan Livius. Ia benar-benar butler yang cepat tanggap,  pekerja keras, setia, dan taat aturan. Dalam menghadai Raja Livius dan Puteri Nike yang masih berusia remaja, Neil bagaikan sosok dewasa yang berperan mengasuh anak.
Ohya, kalau kalian menonton anime ini, jangan terburu-buru untuk melewatkan openingnya. Lagu yang dimainkan cukup ear-catching dan visualisasi nya sering berubah di tiap episode. Selain itu, lagu ending, dan insert song juga cukup untuk membuatmu ikut bergalau ria. Anime ini cukup aman ditonton bagi kalian yang menghindari romance ecchi, bahkan meski romansa yang terjadi adalah anatar remaja berusia sekitar 17 tahun dengan anak-anak berusia 12 tahun.
Sekian review singkat dari BU. Sampai berjumpa lagi di review lain. ^^b
~AFR13
Next article Next Post
Previous article Previous Post